berikut ini adalah model pembelajaran tim, yang saya kopi dari http://klubguru.com/view.php?subaction=showfull&id=1233352116&archive=&start_from=&ucat=4&

Melaksanakan Pengajaran Model Tim 31 Jan 2009 | Komentar : 10 Pertanyaan: Pengasuh yang saya hormati, saya pengajar SMP di ujung timur Pulau Madura. Saat ini sudah cukup banyak teman yang mengikuti sertifikasi. Namun, yang menjadi kekhawatiran teman-teman adalah rata-rata jumlah jam mengajarnya tidak memenuhi syarat 24 jam per minggu karena sekolah kami hanya 9 rombel (rombongan belajar). Saat ini kami bingung bagaimana harus memenuhi kekurangan jam tersebut. Kemudian pengawas menyarankan untuk mengajar secara tim. Mohon penjelasan pengasuh bagaimana cara melaksanakan pengajaran secara tim yang benar? Suedi SPd, Sumenep Jawaban Drs Martadi MSn Permasalahan yang Bapak rasakan merupakan permasalahan umum yang dialami guru bidang studi yang hanya memiliki rombongan belajar kecil, sementara jumlah gurunya terlalu banyak. Padahal, minimal mengajar 24 jam merupakan persyaratan pokok untuk dapat mencairkan tunjangan profesi bagi guru yang telah lulus sertifikasi. Sebagai salah satu solusinya, sudah banyak sekolah menerapkan pola team teaching (pembelajaran secara tim). Team teaching dapat dimaknai sebagai: 1) Pembelajaran pada sekelompok murid dalam satu mata pelajaran yang diajarkan lebih dari satu guru, secara terpisah, pembagian tugas berdasar materi yang disepakati, sesuai dengan kemampuan/bidang keahlian, 2) Pembelajaran satu mata pelajaran pada sejumlah kelas oleh sejumlah guru, dengan pembagian tugas per kelas/satu guru, dan 3) Pembelajaran satu mata pelajaran pada sekelompok murid/satu kelas, oleh dua orang atau lebih, bersama, bekerja sama, berkolaborasi antara guru-murid dalam waktu pertemuan yang sama. Team teaching juga dikenal dengan istilah mengajar dalam satu tim (lebih dari satu orang), pengajaran beregu, atau collaborative teaching. Pelaksanaan team teaching dapat dilakukan melalui berberapa pola antara lain: 1) Sejumlah guru mengajarkan mata pelajaran sama, di kelas berbeda-beda (bahasa Indonesia, matematika, fisika, ilmu pendidikan, sejarah). Perencanaan materi, bahan ajar, atau hand out dilakukan bersama-sama, penyajian dan evaluasi dilakukan secara berbeda (sendiri-sendiri). 2) Setiap guru melakukan perencanaan, menentukan materi, penyajian, dan evaluasi secara sendiri-sendiri, lalu hasil evaluasi digabung. 3) Satu mata pelajaran (teori/praktik) diajarkan tiga orang guru secara bersama-sama, mulai perencanaan, pelaksanaan, penilaian bersama-sama secara variatif. 4) Pelaksanaan bersama, seorang guru sebagai penyaji atau menyampaikan informasi, seorang guru membimbing diskusi kelompok atau membimbing latihan individual. 5) Anggota team teaching secara bergantian menyajikan topik atau materi. Diskusi dan tanya jawab dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim. 6) Seorang guru (senior) menyajikan langkah-latihan, observasi, praktik dan informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok, setiap kelompok dipandu seorang guru (fasilitator). Akhir pembelajaran masing-masing kelompok menyajikan laporan (lisan/tertulis) dan ditanggapi bersama serta disimpulkan bersama. Ada baiknya team teaching sekaligus dioptimalkan sebagai bentuk implementasi lesson studi untuk memperbaiki pembelajaran dan hasilnya bisa dituliskan dalam bentuk laporan penelitian tindakan kelas. Dengan demikian, team teaching bisa sekaligus mengatasi masalah kekurangan jam mengajar, dan menambah karya tulis ilmiah, baik untuk keperluan melengkapi dokumen portofolio maupun untuk keperluan kenaikan pangkat ke golongan IVa atau IVb. Selamat melaksanakan team teaching. (*/hud) Sumber: Jawa Pos, 30 Januari 2009 Komentar marsudisono | 23 Apr 2009 09:17 pm Komentar dari Bp.Drs.Marsudi Sebenarnya kalau melihat sistem pembelajaran tuntas, metode mengajar team teaching adalah cara yang sangat tepat, apalagi bila kita melihat adanya kewajiban kita mengevaluasi 3 rana penilaian dengan jumlah siswa yang relatif banyak setiap kelasnya. Dengan sistem team teaching, ke 3 rana penilaian itu dapat kita laksanakan sebagaimana mestinya, sehingga siswa merasa diberlakukan adil.Tidak ada siswa yang merasa dirugikan oleh gurunya,sehingga tidak ada pula siswa yang kehilangan motivasi belajar.Jadi bila ada pihak dari Diknas tidak membenarkannya, sungguh ini merupakan keprihatinan kita yang memang terjun langsung di dunia pendidikan. Wassalam Drs.Marsudi Guru Fisika SMA Negeri 6 Palembang Komentar lesi lindaniati | 22 Apr 2009 12:00 pm wassat masih bingung deh sama pelaksaan team teaching sendiri. Apa guru yang satu menjelaskan terus yang satunya lagi memperhatikan atau bagaimana yah? tolong dijelaskan macam-macam pelaksanaannya. terima kasih smile Komentar erna | 26 Mar 2009 07:43 pm pemahaman 24 jam itu sebaiknya dikaji ulang, baca lagi dech…., jangan lupa wali kelas, guru piket,ngisi pengembangan diri atau ekstra kurikuler,kurikulum, pembina osis dan masih banyak lagi juga masuk itungan jam.ok! Komentar didik sy | 19 Mar 2009 06:32 pm rame rame team teahing, gara gara rame rame sertifikasi Komentar Junaidi | 08 Mar 2009 10:06 pm Sudah adakah payung hukumnya? Apabila tim teaching dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan profesional, why not? Komentar AmramRede | 02 Mar 2009 06:56 pm Pengajaran dengan team teaching akan lebih efektif jika tercipta masyarakat belajar di dalam sekolah. Kalau di paksakan, khawatir siswa akan merasa terpenjara. Jadi perlu pengkajian yang matang pada sekolah yang akan melaksanakan. Ingat filosofi sertifikasi adalah pelayanan kepada peserta didik. Komentar Agus Priyo Wasono | 02 Mar 2009 08:43 am Tidak semua sekolah di Indonesia menjalankan Team Teaching, kurangnya pemahaman guru terhadap pola team teaching adalah salah satu alasannya. Jika pemenuhan 24 jam solusinya dengan cara mencari sekolah-sekolah yang kekurangan guru saya kira juga perlu dievaluasi, karena yang sering dijadikan tempat “pelarian guru” yang kekurangan jam adalah sekolah swasta. Bagaimana jika niatnya ke sekolah swasta hanya untuk memenuhi jam? bukan berjuang agar sekolah tersebut maju? Agus Priyo W,S.Sos.I (Perkumpulan Guru Karyawan Sekolah Swasta Indonesia) DIY Komentar Gurujugen | 11 Feb 2009 03:53 pm Memang sertifikasi guru juga akal-akal semua. yang baru jadi PNS sudah sertifikasi,tapi yang sudah puluhan tahun jadi PNS belum sertifikasi. Gak adil dan beradab. Komentar kangsur | 09 Feb 2009 08:06 am saya pribadi tidak setuju tim teaching. kalau sati kelas diajar 2 orang. apalagi smp atau sd kalau smk harus masalahnya menggunakan alat kalau sd smp diajar 2 oarng adalah solusi mengatas kelebihan guru mengejar 24. tapi yang ideal ya satuuuuuuuuuuuu kalau 2 akal akalan. lucu kalau kelebihan ya dipindah ke daerah yang kekurangan guru. kalau mengejar target lain lagi ceritanya. logikanya ngajar kurang 24 kok minta gaji dobel. dan ngaja kurang 24 kan dah dijalankan bertahun2 dah biasa. maaf ini sekedar komentar… Komentar Mohammad Ihsan | 31 Jan 2009 05:11 am Saya pribadi juga sering mendapatkan pertanyaan sejenis, tentang team teaching ini, terutama dari para guru yang sulit mencapai minimal 24 jam mengajar sebagaimana disyaratkan dalam sertifikasi. Karena di salah satu Dinas Kabupaten di Jatim, staf Diknas menolak team teaching ini. Semoga tulisan ini menjawabnya.

3 Komentar

Filed under info pembelajaran

3 responses to “

  1. Walaupun komputernya masih pentium 1 . Tetapi kami senang pak di sana , saonya ada kipas anginya .. Terus ada modemnya jadi bisa internetan …. Gimana pak kalo di bikin warnet sekolah

  2. EKO & DAVID

    komentar kami ber2 utk skull kami yg tercinta………..
    Kepada Seluruh Dewan Guru & stap TU
    kmi sbg perwakilan penggemar musik sluruh sma 1 dusteng, tlong dunk bkinin studio music bwt kta2 yg ska buaaaaaaaaaaaaanget sama music……..
    .
    .
    @eko David: yang suka musik, bergabunglah sesama pencinta musik, dekati OSIS berdayakan mereka.

  3. EKO & DAVID

    kta dri kls X3……….
    bwt pak Bayu kta dikasih nilai yach………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s