From Zero to A Pro

From Zero To A Pro di Hari Rabu, adalah sebuah kegiatan belajar mengenal komputer. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru SMA Negei 1 Dusun Tengah. Pemilihan kata from zero disebabkan memang pengenalan komputer ini dimulai dari dasar. Bahkan dari NOL. Mulai pengenalan tombol tetikus dan cara menggunakan tetikus.

Kegiatan praktik pertama adalah MENJINAKKAN TETIKUS. Benar sekali, tetikus yang lebih populer dengan nama mouse ini memang memerlukan waktu untuk belajar menjinakkan. Masih banyak guru yang canggung ketika memegang tetikus ini. Beberapa diantaranya malah terlihat seperti memainkan mobil-mobilan yang sedang mogok untuk didorong dan dibelok-belokkan. Hasilnya sudah bisa dibayangkan, pasti tetikus tersebut malah liar dan bergerak tak terarah. Oleh karena itu kegiatan praktik pertama adalah menjinakkan tetikus.

Praktik berikutnya adalah mengenal bagian-bagian papan ketik dan menggunakannya untuk menulis naskah. Blok qwerty, blok numpad, pengarah titik sisip, deretan tombol fungsi dan beberapa tombol yang memiliki fungsi khusus seperti tombol : TAB, capslokck, enter, backspace, delete, shift, ctrl, esc dan tombol-tombol lainnya diperkenalkan satu persatu dan dipraktikkan tahap demi tahap.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Rabu sore ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Dusun Tengah. Adapun yang didaulat sebagai fasilitator kegiatan ini adalah Ketua PGRI Kecamatan Dusun Tengah yang sekaligus juga sebagai penasihat WMS. Sebagaimana judul di atas kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme di kalangan guru. From Zero to A Pro, sebuah pilihan judul yang tepat untuk kegiatan ini.

****

From Zero to A Pro di hari Rabu, ini diharapkan juga diikuti oleh anggota WMS yang memiliki laptop. Menurut pengakuan penasihat WMS yang sekaligus bertindak sebagai fasilitator kegiatan pelatihan komputer bagi guru-guru ini, anggota WMS yang hadir akan diajarkan menginstall web server di laptopnya. Web server ini berguna untuk membuat/memasang blog di server lokal. Sehingga mereka bisa belajar melakukan pengaturan blog walaupun tidak terkoneksi dengan internet.

Selain itu, mereka juga diberi tugas untuk membantu fasilitator dalam menyampaikan materi kepada peserta pelatihan. Mereka bertugas membantu guru yang kesulitan melaksanakan tugas yang harus dikerjakan.Sebuah harapan yang tidak muluk-muluk, jika gurunya pro, siswanya pro tentu akan menjadi sekolah yang MegaPro. SEMOGA…!

gambar diambil dari : http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTkDMmsr3xS5Cc6NfFzLtK0N0N-gndKxGd7qRKEZ3KUpMLrbR6S

5 Komentar

Filed under kegiatan

5 responses to “From Zero to A Pro

  1. Pak, Admin, kebiasaan membaca memang masih rendah pak, hal ini terlihat dari komentar yang ada di blog ini. kalau saya perhatikan hanya satu dua anak saja yang berkomentar

  2. makin-PRO ACTIVE aja nih SMADUTA…

  3. mari!! Mega-Pro, saya sangat setuju… dgn demikian, maka akan membangun Kerjasama yg baik antar guru dan siswa didiknya… sehingga terbentuklah yg nama”x Pro-aktif dan Menjdi Mega-Pro.. (Luarbiasa)

  4. wah kok megaPro ya seperti motor saya, padahal maksudnya banyak yang Pro … untung saja tidak ada siswa yang menanyakan email resmi sekolah ini apa ya… nanti jawabannya seperti anggota komisi8, lembaga besar kok gak punya email resmi

  5. mulai menuju hari yang cerah nih. hee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s